Jumat, 30 Januari 2015

Perbedaan AC Inverter dengan Low Watt

Mungkin banyak yang memiliki pertanyaan tentang kedua teknologi tersebut. Mana yang lebih hemat dan apa perbedaan dari keduanya?. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah penjelasan seputar teknologi AC Inverter dan Low Wattage seperti yang dikutip dari makindinginmakinirit.com.
Apa itu teknologi Inverter?

Teknologi ini merupakan inovasi terkini yang mampu membuat kompresor dapat bekerja fluktuatif menyesuaikan dengan beban ruangan. Konsumsi listrik yang dibutuhkan tidak bersifat tetap. Misalnya saja di dalam sebuah ruangan yang telah diatur dengan suhu 24 derajat Celcius dan dihuni oleh beberapa orang. Maka, secara otomatis kompresor akan langsung bekerja secara lebih kencang untuk mendinginkan ruangan dengan cepat. Kecepatan AC Inverter dalam mencapai suhu yang diinginkan memang akan menyedot listrik (watt) yang cukup tinggi di awalnya. Namun ketika suhu yang diinginkan sudah tercapai, maka kompresor Inverter akan bekerja seminimal mungkin yang membuat konsumsi listrik yang dibutuhkan menjadi jauh lebih rendah.

Begitu pun ketika penghuni ruangan tersebut meninggalkan ruangan yang membuat beban dalam ruangan menjadi lebih ringan. Kompresor AC Inverter dapat memperlambat kinerjanya tanpa harus mematikan mesin seperti yang dilakukan oleh pendingin ruangan konvensional.

 Apa peranan Inverter dalam menekan konsumsi listrik?

Ketika AC pertama kali dinyalakan, daya watt yang dibutuhkan akan cukup tinggi. Namun perlahan-lahan watt akan turun sampai ke level terendah. Yakni ketika suhu ruangan sudah tercapai. Sebagai contoh adalah AC inverter 1 PK. Pada saat dinyalakan pertama kali, watt yang dibutuhkan bisa mencapai 1000 watt. Hal ini bertujuan untuk mencapai suhu secepat mungkin. Namun ketika suhu tercapai, watt akan turun perlahan-lahan hingga bisa hanya 200 watt saja. Pendingin ruangan hanya bertugas untuk menjaga agar suhu tetap berada di tingkatan yang diinginkan.

Ketika suhu berubah, kompresor tidak akan bekerja seperti pertama kali dinyalakan. Namun akan naik secara perlahan dari level terendah. Secara otomatis, energi listrik yang dibutuhkan pun dapat ditekan seminimal mungkin. Bahkan pendingin ruangan berteknologi Inverter dengan kebutuhan listrik 1 PK, dapat bekerja dengan listrik setara pendingin ruangan dengan kebutuhan listrik ½ PK bila memang ruangan tersebut dalam keadaan kosong tanpa penghuni. Hal inilah yang menjadi peranan utama Inverter dalam menekan konsumsi listrik.

Apa perbedaan antara AC Inverter dengan AC Low Wattage?

Konsumsi listrik pada pendingin ruangan berteknologi Inverter bersifat tidak tetap atau naik turun mengikuti beban dalam satu ruangan. Sedangkan pendingin ruangan low wattage memiliki konsumsi listrik yang tetap, tanpa melihat kondisi ruangan. AC low wattage pada dasarnya adalah AC konvensional biasa, namun memiliki keunggulan konsumsi daya yang lebih rendah dari AC non-low wattage.

Misalkan untuk AC yang berkapasitas 1 PK, AC tipe Low wattage membutuhkan listrik konstan sebesar 650 watt, jenis non-low wattage membutuhkan 780 watt konstan, sedangkan tipe Inverter memiliki kisaran kebutuhan listrik antara 200 – 1000 watt tergantung beban ruangan.

Mana yang lebih hemat?
Keduanya sama-sama hemat listrik. Namun sesuai penjelasan sebelumnya, teknologi inverter lebih mampu menghemat konsumsi listrik karena cara kerjanya yang unik. Yang perlu diperhatikan adalah kapan kita perlu menggunakan AC Inverter dan kapan kita perlu menggunakan AC Low Wattage.

AC Low Wattage lebih cocok untuk rumah-rumah yang memiliki daya listrik kecil dan terbatas misalnya 1300 watt, sehingga Kamu dapat menyalakan perangkat elektronik lainnya secara bersamaan pada saat AC dinyalakan. Kalau memakai AC Inverter, tarikan awalnya butuh daya yang tinggi (minimal 2200 watt untuk 1 PK) sehingga hanya bisa dipakai untuk rumah yang memiliki daya listrik cukup besar.

Jumat, 23 Januari 2015

Tips membeli AC yang tepat dan berkualitas

Seiring dengan kehidupan yang semakin modern, dan keinginan untuk tinggal ditempat yang suasananya nyaman, maka tuntutan maupun permintaan AC (air conditioning) semakin meningkat. Hal ini mendorong banyak kalangan industri meluncurkan banyak jenis dan model serta ukuran dari AC. Bahkan sekarang banyak menawarkan teknologi terbaru seperti low watt, inverter dan juga fitur seperti plasmacluster, anti bacterial agent, dll. Nah, agar tidak menyesal atau salah dalam pembelian AC yang ujung-ujungnya menyusahkan, berikut ada Tips membeli AC yang tepat dan berkualitas, diantaranya:

1. Bukalah pengetahuan anda tentang teknologi dan fitur tambahan AC seperti low watt, inverter, plasmacluster, dll.
Anda bisa cari di internet, atau melalui teknisi, teman yang mengerti tentang hal ini.

2. Tentukan kebutuhan Daya Pendinginan ruangan yang mau dipasang AC.
Nah dibagian ini anda harus teliti dan penuh perhitungan, agar tidak ada penyesalan dikemudian hari. Sebenarnya perhitungan untuk menentukan kapasitas pendingin yang dibutuhkan cukup rumit, hanya engineer pendingin yang bisa menghitung secara detail dan tepat. Namun ada cara sederhana tapi cukup tepat. Rumusnya:

Jumlah pk = (luas ruangan x 600)/9000

contoh: p x l l ruangan = 3 meter x 3 meter
jumlah pk = (3 x 3 x 600)/9000
                 = 0,6 pk (karena tidak ada AC 0,6 pk maka dibulatkan keatas jadi AC 0,75 pk atau 3/4 pk

3. Lihat Komsumsi Power (watt) yang diperlukan AC.
Biasanya komsumsi power AC terdapat di label indoor maupun outdoor AC, atau dapat ditanyakan langsung ke salesnya. Biasanya semakin besar konsumsi power (watt) yang dibutuhkan dengan daya pendinginan yang sama (jumlah pk) maka semakin boros AC nya, tapi harganya semakin murah dan juga anda membutuhkan kapasitas power listrik terpasang dirumah yang lebih besar.
Carilah AC low watt (dapat menghemat listrik hampir 25%) atau bila punya uang lebih, beli yang type inverter (dapat menghemat listrik hampir 35%).

4. Carilah AC yang 3S nya baik (sales, servis and sparepart)
Jangan membeli AC yang produsennya hanya menjual produk saja, namun service centre nya tidak ada ditempat anda dan sparepart nya sangat sulit ditemukan ditoko penjual sparepart AC. Hal ini berimbas ketika AC anda bermasalah atau rusak dan membutuhkan penggantian sparepart, namun part nya inden lama hingga berbulan bulan atau bahkan tidak ada, sehingga AC anda jadi rongsokan.
Carilah AC yang produsen nyaa terkenal baik 3S nya, contoh Panasonic, Sharp, Samsung, Daikin, dll